Skenario Kerjasama Antardaerah

Posted in Uncategorized on Juli 23, 2009 by Asrul Hoesein

Paradigma pembangunan telah mengalami perubahan seiring dengan pemberlakuan UU.No.32 Tahun 2004 tentan Pemerintahan Daerah. Paradigma pembangunan di amsa lalu dengan mekanisme  topdown lebih berfokus pada asfek teknis dan pengelolaan structural hirarkis yang kurang berpengaruh terhadap kemajuan pembangunan. Paradigma pembangunan masa sekarang mencoba mencari alternative inovasi dengan pola pengembangan jejaring antar Pemerintah Daerah.

Pemahaman dan pendekatan baru yang ada dalam kerjasama antardaerah dikalangan pejabat pemerintahan masih belum difahami dengan baik sehingga dukungan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Propinsi terkait dengan adanya paying hokum pelaksanaan kerjasama antardaerah belum memadai. Hal ini membuat mekanisme kerjasama antardaerah diusahakan dengan inisiatif local (Kab/Kota) yang berdekatan atau berbatasan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan inovatif yang sesuai kepentingan bersama.

Pemahaman Dasar SKAD

SKAD (Skenario Kerja Sama Antardaerah) adalah sebuah metode sekaligus alat untuk mengidentifikasi kebutuhan kegiatan KAD yang layak dan mendesak untuk dilakukan guna memberikan gambaran tentang visi bersama yang dilakukan melalui proses partisipatif yang sistematis diantara para actor dan stakeholder terkait.

SKAD dirancang sesuai dengan prinsip dasar dan kebutuhan dinamika perencanaan pembangunan kontemporer yang kental dengan asek efisiensi, peningkatan transparansi, partisipatif, komunikatif dan pencapaian yang efektif. Metode ini juga sesuai dengan pemanfaatan pola strategic planning, perencanaan kolektif, aktivasi kesadaran bersama (awareness) dan penguatan jejaring (networking) yang melekat pada pendekatan Regional Management.

SKAD dapat digunakan untuk mempertajam focus kegiatan atau menguji konsep KAD yang sedang ditempuh. SKAD dilakukan oleh fasilitator yang berpengalaman melalui sebuah lokakarya.

CIRI KHAS SKAD

SKAD sebagai instrument kerja sama antardaerah memiliki beberapa cirri khas diantaranya adalah :

  1. Action Oriented > Hasil utama yang diperoleh dengan SKAD adalah landasan praktis untuk merealisasikan peluang kerja sama secara efektif dimasa mendatang, dan bukan hanya sekedar laporan kajian tentang potensi kerja sama antardaerah.
  2. Efisien > Metode SKAD yang sederhana namun komprehensif menyebabkan pelaksanaan dengan menggunakan metode SKAD tidak membutuhkan biaya tinggi sehingga lebih efisien.
  3. Cepat > Setelah memiliki baseline regional, pelaksanaan SKAD dapat dilakukan dalam waktukurang dari satu hari.
  4. Partisipatif > Mekanisme SKAD memungkinkan tiapaktor yang terlibat untuk berperan aktif sehingga dapat mewakili berbagai pihak dan kepentingan.
  5. Meningkatkan Kapasitas > Pemahaman aktif dalam proses SKAD meningkatkan pemahaman masing-masing actor terhadap tugas dan wewenang mereka sehingga meningkatkan kapasitas, baik secara individu, maupun kelembagaan.
  6. Membangun Komunikasi > Dialog komunikatif dalam SKAD diwujudkan melalui proses penyatuan pandangan dalam merumuskan strategi. Komunikasi yang terjalin akan meningkatkan rasa saling percaya dan kebersamaan.

FUNGSI SKAD

1. Idetifikasi Faktor Kunci Sukses & Sektor

Menemukenali faktor apa saja  yang mempengaruhi keberhasilan  kerjasama menjadi sebuah kebutuhan mendasar kerja sama antardaerah. Tujuan dari proses ini bukan sekedar mengumpulkan keinginan/harapan pelaksanaan kegiatan sektoral dari masing-masing daerah terkait., namun membangun konsensus berdasarkan kebutuhan riil secara kewilayahan yang aling menguntungkan.

2. Mendefinisikan Strategi (Awal) Regional

Hasil SKAD berupa visi, misi, focus kegiatan, dan berbagai asfek penting terkait peluang KAD lainnya akan dimanfaatkan sebagai bahan strategi nasional.

3. Membangun Komunikasi.

SKAD akan dibangun pola komunikasi partisipatif lintas sector dan actor yg dapat  menampung berbagai isu penting dan potensial untuk dikerjasamakan.

4. Membangun Kesadaran dan Kepedulian Bersama

Posisi yang sejajar pada tiap daerah dapat memupuk kesadaran dan kepedulianuntuk kepentingan bersama.

KRITERIA PEMILIHAN SEKTOR YANG DIKERJASAMAKAN

Ada berbagai sector yang menjadi pertimbangan bagi daerah-daerah untuk dikerjasamakan. Guna mencapai hasil yang optimal, maka hendaknya sector yang dikerjasamakan memiliki persyaratan sbb :

  • Penilaian berdasarkan sector dengan kebutuhan kerja sama antardaerah di wilayah yang tinggi dan mendesak
  • Potensi : memiliki pengaruh signifikan terkait pengembangan pembangunan di Daerah dan Wilayah.
  • Setidaknya terkait 2 Daerah (Kab/Kota) yang bertetangga.
  • Dapat mewujudkan prinsip-prinsip dasar dari tujuan kerja sama antardaerah (sinergi,efisiensi,efektifitas, etc).
  • Amtor kunci yang mendukung (champion)
  • Memiliki potensi pengembangan.

PROSES PELAKSANAAN SKAD

  1. Menentukan Tema Utama > Tema utama adalah tema makro yang dapat menjadi dari berbagai kegiatan kerjasama yang akan dibahas. Tema utama biasanya diambil dari hasil kesepakatan berdasarkan rekomendasi kajian baseline dan pertimbangan kebijakan strategi lain. Tema utama juga sudah dapat secara explisit mengarah pada kerjasama sektoral, seperti Pariwisata, Kehutanan, Pertambangan, Kelautan, dan lain sebagainya. Penentuan tema utama perlu disepakati sebelum lokakarya SKAD dilaksanakan.
  2. Menentukan Ruang Lingkup/Batasan > Batasan jangka waktu periode pembangunan yang akan dibahas perlu disepakati bersama. Bila ingin melihat persfektif pembangunan untuk 20 tahun kedepan, maka disepakati pula milestones periodik yang akan diangkat (misalnya tiap tahun, dua tahun, lima tahun dstnya).
  3. Menentukan Faktor-Faktor Kunci/Penting (FP) > Faktor-faktor kunci adalah isu-isu yang ‘dianggap’ penting oleh daerah terkait untuk mencapai keberhasilan pembangunan daerah melalui KAD dalam konteks tema utama yang disepakati.
  4. Menentukan Faktor-Faktor Kunci Yang Layak (FL) > Sasaran penentuan factor-faktor kunci yang layak bukan sekedar mengidentifikasikan factor-faktor kunci yang dianggap penting oleh daerah, namun juga layak untuk dikejasamakan dalam konteks kewilayahan.
  5. Menentukan FP Yang Paling Bermasalah (FM > Selain mengidentifikasi factor-faktor kunci yang layak, maka dilakukan pemilihan factor-faktor kunci yang mendesak untuk dikerjasamakan. Faktor kebutuhan akan diperoleh melalui identifikasi tentang seberapa besar permasalahan melekat pada FL.
  6. Menentukan FL Yang Paling Bermasalah (FLM) > Dalam proses pemilihan FLM, hasil FP yang ditandai dengan bermasalah namun tidak termasuk FL tidak perlu dibahas lebih lanjut. Konsentrasi pilihan harus tertuju pada FL yang juga sekaligus bermasalah (FM) atau yang selanjutnya disebut FLM.
  7. Memilih Matriks Skenario > Bentuk matriks scenario tergantung pada hasil FLM yang diperoleh. Bila teridentifikasi dua isu utama yang kategorikan per sector (contoh berikut : sektor Kesehatan dan Pendidikan).
  8. Menggambarkan Dan Memberi Nama Skenario > Untuk menggambarkan scenario perlu disepakati visi bersama sesuai jangka waktu yang disepakati. Slogan visi puncak ini digunakan untuk memudahkan ingatan dan menggugah imajinasi peserta dalam mengembangkan scenario, khususnya saat memberikan milestones periodiknya.
  9. Menggambarkan Milestone > Nama scenario pada setiap kuadran yang sekaligus menggambarkan visi regional untuk 10, 20 atau 30 tahun mendatang akan memudahkan pembuatan milestones secara priodik. Jarak milestone dapat ditentukan pertahun, dua tahun, dst hingga lima tahun.

10.  Identifikasi Aktor Dan Aspek Lain > Setelah tahapan visi dan milestone yang digambarkan, hal yang perlu dilakukan adalah identifikasi actor dan asfek lainnya. Identifikasi para actor terkait merupakan data dan informasi awal yang penting untuk pembahasan kelembagaan. Melalui pendalaman fungsi dan peran dari masing-masing actor dapat dikaji struktur kelembagaan KAD.

11.  Membuat Kesimpulan > Pembuatan kesimpulan merupakan tahapan akhir hasil-hasil tahapan KAD.

TINDAK LANJUT

Tindak lanjut kegiatan SKAD adalah pembuatan kebijakan yang dirinci kedalam format program-program, kemudian dijabarkan dalam kerangka kelembagaan yang dibedakan kedalam tiga kurun waktu rencana, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

INPLEMENTASI SKAD

Metode SKAD telah dipergunakan diberbagai wilayah yang melakukan KAD. Regionalisasi desentralistik di Jawa Tengah yang sudam menerpkan SKAD diantaranya :

  1. SUBOSUKAWONOSRATEN, yang terdiri dari  Kab/Kota Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten).
  2. SAMPAN (Sapta Mitra Pantura) yang terdiri dari Kota dan Kabupaten  Pekalongan dan Tegal, Kabupaten Batang, Pemalang dan Brebes.
  3. KEDU plus Banjarnegara, yang terdiri dari Kab/Kota Magelang, Kab. Temanggung, Purworejo dan Kab. Wonosobo tambah Kab. Banjarnegara.
  4. PATI, yang terdiri dari Kab. Pati, Kudus, Jepara, Rembang dan Blora di Jawa Tengah.
  5. Regionalisasi desentralistik dengan konsep Regional management telah meluas di Indonesia. Melalui fasilitasi KPDT (Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal) diantaranya :
  1. RM. AKSESS (Andalan Kawasan Selatan Sulawesi Selatan), terdiri dari Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar dan Kabupaten Sinjai.
  2. RM. JONJOKBATUR ( Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Propinsi NTB).
  3. RM. JAHIANGBONG (Propinsi Bengkulu).
  4. RM. LAKE TOBA ( Propinsi Sumatera Utara)
  5. RM. WANUA MAPPATUWO (Kota Palopo, Sulawesi Selatan
  6. RM. TELUK TOMINI (Propinsi Sulawesi Tengah)
  7. RM. TELUK BONE  (Kab/Kota pesisir Sulawesi Selatan & Sulawesi Tenggara)

terdiri dari Kab. Bone, Wajo, Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Sinjai, Bulukumba, dan Selayar di Propinsi Sulawesi Selatan dan Kab. Kolaka Utara, Kolaka, Bombana, Buton, Muna, Baubau di Propinsi Sulawesi Tenggara

Daerah-daerah (Kab/Kota) tersebut diatas juga diharapkan menggunakan SKAD sebagai instrument perencanaan program-program Regional Management. (Pustaka, Abdurahman Benjamin.2005 “Pemahaman Dasar Regional management & Regional Marketing”, Semarang.IAP Jateng > by H.Asrul Hoesein, Lekad, Semarang . Fasilitator RM)

Catatan : Info Selengkapnya Reginal Management to website Lekad Semarang, atau Contak Person : HP> 085215497331 (H.Asrul Hoesein)

Maaf Atas Salah dan Khilaf

Posted in Uncategorized with tags , , , on Agustus 1, 2010 by Asrul Hoesein

Marhaban Yaa Ramadhan, tinggal beberapa hari lagi (10 hari), semoga Allah swt mempertemukan kita dengan “tamu agung” bulan suci umat Islam, bulan penuh rahmat dan barokah “Bulan Ramadhan 1431 H/2010M” dan Insya Allah akan bertepatan pada tanggal 11 Agustus 2010 Masehi.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu,agar kamu bertakwa.” (QS; Al-Baqarah[2]183).

Melalui postingan ini, sebagai manusia biasa yang banyak kekurangan, memohon maaf kepada sobat atau rekan semuanya atas khilaf kata dari saya (postingan, komentar, tanggapan,dll) selama interaksi atau shar kita di “rumah silaturrahim” ini, termasuk sobat di facebook, twitter, kompasiana serta blogspot pribadi saya dan situs lainnya dimana sempat kita pernah bertemu dan sharing.

Jujur saudaraku, saya sadari bahwa “pengetahuan dan pengalaman” bertambah serta masih bisa bertahan “sharing” disini sampai sekarang karena “eksistensi dan motivasi” sobat semuanya, baik se iman (Islam) maupun sobat dari agama lain, tanpa kecuali….. Terima kasih semuanya… Anda adalah guru saya.

Mari kita berdo’a semoga Allah berkenan memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita agar dapat beramal shalih pada bulan Ramadhan 1431 H / 2010 M.

“Ya Allah, pertemukan kami dengan bulan Ramadhan dan berilah kami pertolongan untuk dapat menunaikan shiyam, qiyam, dan amal shalih di bulan Ramadhan dan serta di bulan-bulan lainnya. Teguhkanlah kami pada ketaatan sampai kami menemui-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan segala do’a”. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Mari kita saling memaafkan agar di antara kita dapat mempersiapkan diri dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1431/2010 ini. Semoga amal ibadah kita diterima disisi Allah swt. Amin.

Marhaban Ya Ramadhan
Mohon Maaf Lahir Bathin………..

Kerja Keras

Posted in Uncategorized on Agustus 10, 2009 by Asrul Hoesein

by; A. Fatih Syuhud
Kerja keras adalah kebalikan dari sifat malas. Ia merupakan salah satu kunci dari hidup bahagia dan itu sebabnya mengapa kerja keras sangat dianjurkan dalam Islam (QS Al Ankabut 29:6) sebagai kunci sukses menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (QS Al Ankabut 29:65).

Ibrahim Al-Tahawi dalam kitab Al-Iqtisad Al-Islami menegaskan bahwa Al Quran menganggap kemalasan atau membuang-buang waktu melakukan hal yang tidak produktif dan tidak bermanfaat sebagai bukti kurangnya keimanan seseorang.
Al Quran sendiri menyebut kata “amal” atau perbuatan dalam 360 ayat. Dan kata “fi’il” (maknanya kurang lebih sama) disebut dalam 109 ayat yang menunjukkan betapa pentingnya kerja keras. Tentu saja yang dimaksud dengan kerja keras bagi seorang pelajar adalah belajar rajin dan maksimal untuk menjadi yang terbaik.
Kerja keras dalam artian harfiah, yaitu bekerja sekeras mungkin, tentu saja tidak cukup. Kita melihat betapa banyak orang, seperti buruh dan kuli, yang bekerja sangat keras memeras keringat sepanjang hari tetapi mendapatkan hasil yang sangat sedikit dan tidak mengalami perubahan ekonomi secara signifikan. Kerja keras harus dibarengi dengan ilmu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan karena itulah Allah sangat menekankan kemuliaan ilmu dan betapa pentingnya posisi ahli ilmu (QS Ali Imron 3:18; Al Mujadalah 58:11; Az Zumr 39:9).
***
Pada dasarnya, umat Islam adalah umat yang paling rajin bekerja keras di banding penganut agama lain dengan syarat asal kita mengikuti betul perintah Al Quran untuk selalu bekerja tanpa mengenal libur kendati itu hari Jumat (QS Al Jum’ah 62:10). Seorang muslim hanya disuruh berhenti bekerja pada saat ada panggilan adzan dikumandangkan (QS Al Jum’ah 62:9).
Konsekuensi dari bekerja tanpa henti dan tiada mengenal hari libur– plus ditambah dengan ilmu yang mumpuni di bidang pekerjaan yang dilakukan– adalah: umat Islam akan menjadi umat yang paling berhasil di dunia dalam segi materi atau paling pintar dari segi ilmu bagi pelajar.
Bayangkan saja, umat Nasrani bekerja hanya enam hari dalam seminggu karena hari Minggu libur, umat Yahudi juga bekerja selama enam hari karena libur pada hari Sabtu, maka umat Islam bekerja selama tujuh hari penuh dalam seminggu. Konsekuensinya, umat Islam akan menjadi umat terkaya di dunia karena paling rajin bekerja.
Namun kenyataan justru sebaliknya. Saat umat lain, Nasrani dan Yahudi, menuruti perintah untuk libur pada Sabtu dan Minggu saja dan bekerja selama enam hari dalam seminggu, umat Islam kebanyakan justru lebih banyak libur daripada kerjanya! Akibatnya jelas, umat Islam yang berjumlah sekitar 1 milyar di seluruh dunia menjadi umat termiskin di banding umat dari agama lain. Umat Yahudi yang hanya 15 juta di seluruh dunia justru menjadi umat terkaya karena memang mereka yang bekerja paling rajin.
Seorang Muslim yang betul-betul mengikuti nilai-nilai ajaran Islam akan menjadi sosok pribadi terbaik, dan umat Islam akan menjadi umat terbaik (QS Ali Imron 3:110). Terbaik tidak hanya di akhirat, tetapi juga di dunia (QS Al Baqarah 2:201).
Seperti apa kesuksesan di akhirat hanya Allah yang tahu, namun kesuksesan di dunia dapat dilihat dengan (a) apabila berkepribadian akhlaqul karimah; (b) berhasil secara materi; (c) bermanfaat bagi manusia lain.[]

Bekerja atau Berbisnis ?

Posted in Uncategorized with tags , , , , , , , , , , , on Agustus 10, 2009 by Asrul Hoesein

Umumnya orang berpendapat setelah mencapai umur tertentu, misalnya setelah lulus sekolah atau kuliah, bahwa inilah waktunya keluar dan mencari lowongan pekerjaan. Dan seperti pendapat-pendapat umum lainnya, pendapat ini belum tentu benar. Hanya karena semua orang melakukannya, bukan berarti bahwa hal tersebut berarti benar. Malah jika kita benar-benar berpikir, mencari pekerjaan adalah hal terbodoh yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hidup.

Berapa banyak orang yang malah menderita setelah mendapat pekerjaan, berapa banyak orang yang malah ingin berhenti bekerja. Dan banyak lagi orang yang tidak puas dengan hidupnya karena pekerjaannya. Yang dimaksud bekerja disini adalah bekerja pada orang lain, bekerja hanya sekedar untuk mencari upah. Mengapa itu seharusnya tidak kita lakukan, berikut beberapa alasannya:

Pendapatan Terbatas

Mendapat pekerjaan, menjual waktu dan tenaga dan menukarnya dengan uang, sepertinya ide yang bagus. Cuma ada satu masalahnya, itu hal yang bodoh, itu cara yang terbodoh untuk mencari uang. Mengapa disebut bodoh ? karena kita hanya akan dibayar jika kita bekerja.
Benar kan !! atau kita memang sudah diprogram untuk berpikir seperti itu. Pernahkah kita mempertimbangkan bahwa akan lebih baik jika kita tetap bisa mendapatkan uang sekalipun kita tidak bekerja ? siapa yang mengatakan bahwa kita hanya akan mendapat uang jika kita bekerja ? pegawai !!
Bukankah akan lebih baik jika uang tetap mengalir sekalipun kita sedang makan, tidur, atau bermain dengan anak ? mengapa kita hanya ingin dibayar 8 jam sehari, jika kita bisa mendapatkan bayaran selama 24 jam. Dibayar sekalipun bekerja atau tidak, tidakkah kita mempunyai rencana untuk melakukannya ? tidak inginkah kita bisa tetap menghasilkan uang sekalipun kita tidak lagi bisa bekerja ?
Siapa yang perduli dengan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja dalam sehari ? mungkin hanya segelintir orang. Sebagian besar orang tidak peduli dan tidak mau ambil pusing dengan berapa banyak waktu yang habiskan untuk bekerja, entah itu 6 jam seminggu atau 60 jam seminggu. Orang hanya peduli dengan hal-hal berharga yang bisa kita berikan untuknya.
Orang tidak peduli dengan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mengerjakannya, mereka hanya peduli jika sesuatu itu berharga baginya. Apa kamu peduli berapa waktu yang kuhabiskan untuk menulis artikel ini ? misalnya kamu harus membayar dengan harga tertentu untuk bisa membaca artikel ini, dan aku membuat artikel ini dalam waktu 1 jam. Apa kamu mau membayar dua kali lipat jika aku mengerjakannya selama 2 jam ?
Orang yang pintar akan membangun sistem yang bisa menghasilkan income selama 24 jam, terutama passive income. Dalam hal ini contohnya adalah: membuat website atau blog, investasi atau menanam modal, membuat karya-karya kreatif yang menghasilkan royalti. Sistem seperti ini akan memberikan hal-hal yang berharga bagi orang lain, dan mengalirkan uang pada pembuatnya.
Contohnya penulis buku, pencipta lagu, pembuat film dan lain-lain. Berapa uang yang mereka hasilkan dari karya-karya yang mereka buat, tentu saja untuk membuatnya mereka harus bekerja. Tapi hanya beberapa waktu saja, setelah itu ? mereka tinggal menikmati hasilnya dari waktu ke waktu. Kan lebih enak jika kita bisa jalan-jalan, liburan, tapi tetap menghasilkan uang.
Jika kita lebih memilih mencari pekerjaan dan mendapat bayaran, tak masalah, itu pilihan kita sendiri. Atau kita lebih memilih hidup santai dari membuat sistem yang bisa menghasilkan sesuatu yang berharga bagi orang lain, dan memberikan penghasilan bagi kita sekalipun kita bekerja ataupun tidak. Mungkin saat ini kita belum tahu cara melakukannya, namun banyak sumber yang bisa kita jadikan bahan untuk mempelajari cara melakukannya.
Tidak ada orang yang terlahir dengan semua pengetahuan tentang bisniss, investasi dan cara menjalankannya. Mereka juga belajar dan mempelajarinya. Dan itu berarti kita juga bisa mempelajarinya, berapa lama waktu yang dibutuhkan ? itu bukan masalah. Karena waktu akan tetap berjalan, sekalipun kita hanya diam dan puas menjadi budak, atau berusaha menjadi tuan.

Pengalaman Terbatas

Kita biasanya berpikir, aku mencari kerja untuk mencari pengalaman. Ini sama halnya dengan jika kita berkata: aku main sepakbola, karena ingin mencari pengalaman bermain sepakbola. Kita mendapat pengalaman karena kita hidup, entah kita berkerja atau tidak. Pekerjaan hanya memberi kita pengalaman tentang pekerjaan tersebut, padahal sebenarnya kita mendapat pengalaman dari semua yang kita lakukan.
Masalah yang kita hadapi dalam mencari pengalaman melalui pekerjaan adalah: kita hanya melakukan hal yang sama berulang-ulang. Kita hanya mendapat banyak pengalaman pada saat pertama bekerja, dan selanjutnya tidak banyak lagi yang bisa kita pelajari. Hal ini memaksa kita untuk melewatkan berbagai kesempatan berharga lainnya. Dan pengalaman terbatas yang kita dapatkan dari pekerjaan itu semakin lama akan semakin usang, coba kita tanyakan pada diri sendiri pengalaman apa yang kita dapatkan dari pekerjaan sekarang akan tetap berharga 10 – 20 tahun lagi.
Beresiko Tinggi
Banyak yang berpendapat, bahwa mencari pekerjaan dan bekerja pada orang lain adalah cara paling aman untuk mendapatkan uang, benarkah ? coba kita pikirkan. Dengan bekerja pada orang lain, berarti menempatkan diri kita pada posisi dimana orang lain yang menentukan sampai kapan kita bisa terus mendapatkan penghasilan. Dan orang lain bisa dengan mudah menutup jalan kita untuk mendapatkan penghasilan hanya dengan mengucapkan kata “Kau di pecat !!”.
Amankah itu ? apakah hanya mempunyai 1 jalan untuk mendapat penghasilan, lebih aman dari pada mempunyai 10 jalan untuk menghasilkan uang ? Ternyata ide mencari pekerjaan cara paling aman untuk mendapat penghasilan adalah konyol. Kita tidak bisa disebut aman, jika kita tidak mempunyai kekuasaan untuk mengontrol. Dan dengan bekerja pada orang lain berarti kita membiarkan diri kita di kendalikan oleh orang lain.

Mengemis untuk uang

JIka kita bekerja pada orang lain, maka pada saat kita ingin mendapatkan kenaikkan gaji, seringkali kita harus menghiba-hiba, meratap, bahkan mengemis. Bagaimana rasanya jika harus terus melakukan itu setiap kita menginginkan upah yang lebih baik ? Bukankah akan lebih baik jika kita bisa menentukan sendiri berapa pendapatan yang kita inginkan, tanpa harus meminta izin pada siapapun. Jika kita punya bisnis sendiri dan ketika seorang pelanggan berkata “tidak” saat kita menawarkan sesuatu, kita cukup berkata “baiklah… aku akan mencari orang lain yang mau”.

Pergaulan Terbatas

Kebanyakan orang hanya bergaul dengan orang-orang dalam lingkungan pekerjaannya saja, berkumpul dan bertemu hanya pada ruang lingkup yang terbatas. Bergaul hanya dengan orang-orang yang mempunyai profesi dan pekerjaan yang sama, hal ini sering disebabkan waktu, pengetahuan, dan penghasilan yang terbatas, hingga kit tidak mempunyai kesempatan untuk melihat sisi atau belahan dunia lain. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita bisa memutuskan sendiri, dimana dan dengan siapa kita ingin bertemu.

Hilang Kebebasan

Butuh usaha yang besar untuk menjinakkan seorang manusia dan menjadikannya sebagai seorang pegawai. Yang pertama harus dilakukan adalah menjinakkan keinginannya untuk bebas. Caranya: dengan memberikan berbagai syarat dan aturan yang harus dipatuhi dan disetujui. Ini akan membuat seorang pegawai menjadi lebih patuh dan tunduk. Serta hukuman atau compensasi akan membuat mereka menjadi takut untuk melanggarnya.
Cara ini juga akan membuat pagawai berpikir bahwa mereka akan lebih aman jika mereka mengikuti dan menyetujui saja syarat yang diberikan tanpa harus banyak bertanya. Dan salah satu bagian dari cara untuk membuat pegawai menjadi patuh adalah dengan cara melatihnya, melatih cara mereka berpakaian, berbicara, bergerak dan seterusnya. Orang yang bebas akan berpikir bahwa satu-satunya aturan yang diperlukan yaitu: “menjadi pintar, menjadi baik, lakukan yang terbaik, dan lakukan yang kau suka”.

Jadi Pengecut

Dengan hilangnya keinginan untuk hidup bebas, cepat atau lambat kita akan kehilangan keberanian.Kita tidak lagi berani berkata dan berbuat yang menurut kita benar. Kita hanya ingin patuh dan mengikuti aturan yang sudah dibuat. Hanya masalah waktu sampai kitapun akan mengorbankan kejujuran, integritas, martabat, dan akhirnya keinginan untuk mendiri. Kita menjual kemanusiaan kita hanya untuk sebuah ilusi, dan ketakutan terbesar kita adalah mencari tahu akan jadi apa kita sebenarnya.
Inilah beberapa alasan mengapa seharusnya kita tidak mencari pekerjaan, bagaimana menurut kamu ? mungkin sebagian besar kita akan menyangkal semua ini. Apalagi jika kita sudah merasa nyaman dan aman dengan pekerjaan yang sekarang dijalani. Tapi coba kita pertimbangkan, jika memang semua alasan diatas tidak benar, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi emosi atau bereaksi.
Alasan-alasan diatas hanyalah sebagai pengingat hal-hal yang sudah kita ketahui, kita bisa menyangkal penjara yang selama ini mengukung kebebasan yang kita miliki. Jika hal-hal diatas membuat kita gerah, itu berarti pertanda bagus. Rasa itu akan mendorong kita untuk mencari kebenaran, dan berbuat sesuatu untuk memperbaikinya.
Lalu apa alternatif yang kita miliki ? alternatinya: pekerjaan yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang bisa membuat kita bahagia, dan hidup sesuai dengan yang kita kehendaki tapi tetap bisa memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan. Bukan hidup dengan aturan yang dibuat oleh orang lain, dengan cara orang lain.
Yang harus kita sadari bahwa kita mencari uang dengan cara memberikan sesuatu yang bernilai dan bukan dengan menjual waktu. Jadi kita harus mencari cara agar bisa menghasilkan sesuatu yang bisa berharga untuk dijual pada orang lain. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan membuat atau memulai bisniss sendiri.
Apapun pekerjaan kita sekarang, carilah cara untuk bisa menghasilkan hal yang bernilai, dan menjualnya langsung pada orang yang memerlukannya. Memang diperlukan waktu untuk melakukan itu, tapi semua energi dan waktu yang kita investasikan untuk melakukannya, akan memberikan kita kebebasan yang memang seharusnya menjadi milik kita sendiri.
Dan tentu saja semua hal yang pernah kita pelajari dalam upaya melakukannya, bisa kita bagi pada orang lain. Semua pengalaman dan pengetahuan tersebut juga merupakan hal yang bernilai bagi orang lain, dan hal ini bisa kita jadikan sarana untuk menambah penghasilan. Jadi.. cari dan mulailah bisniss mu sendiri !!
(blog asrulhoeseinbrother_10viii09,Motivasi_ Bisnis,obralplatinum_rul)

“Composting” Kurangi Pencemaran Lingkungan Hidup

Posted in Uncategorized with tags on Agustus 10, 2009 by Asrul Hoesein

Meningkatnya perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara, bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang akhirnya menderita kesehatan.

Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Masalah lingkungan hidup sebenatnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negara-negara maju ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah merupakan masalah dunia dan masalah kita semua. Pengetahuan tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpadu dan tuntas. Dewasa ini lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia umumnya.

Geliat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2008 mencanangkan “composting” di rumah-rumah warga dengan memanfaatkan sampah organik, untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Pemerintah Kota Pangkalpinang tahun 2008 mencanangkan program ‘composting’ di masing-masing rumah masyarakat dengan memanfatkan sampah organik yang tak digunakan sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Drs. Suparyono, di Pangkalpinang, Senin. Ia juga menjelaskan, untuk tahap awal pemerintah Kota secara umum akan memulai composting di Tempat Pembuangan Akhir milik Pemkot Pangkalpinang dan itu akan dijadikan bahan percontohan. Setelah berhasil Pemerintah kota Pangkalpinang akan menerapkan di masing-masing rumah warga dan warga itulah nantinya yang akan mengolah sendiri sampah organik mereka yang tidak terpakai menjadi pupuk kompos melalui composting sehingga dapat menekan pencemaran lingkungan oleh sampah.

Sejauh ini kesadaran masyarakat Kota Pangkalpinang akan kepedulian memperhatikan lingkungan cukup baik namun kedepan harus dapat lebih ditingkatkan demi menjaga dan menciptkan lingkungan yang indah dan bersih demi kesejahteraan semua masyarakat.

Masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.

Harapan Kepada Pengusaha dan Masyarakat.

Lingkungan memang perlu dilestarikan supaya diperoleh keadaan yang seimbang antara manusia dan lingkungannya itu sendiri. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak memperhatikan keseimbangan alam yang digunakan sebagai tempat kehidupan.

Diharapkan kepada masyarakat marilah kita bersatu padu dalam memandang dan memikirkan jalan keluar, sehingga kita bisa mengambil manfaat dari masalah ini. Marilah menyatukan mindset, satukan paradigma kita, bahwa sampah itu adalah mempunyai nilai tambah (kesehatan dan ekonomi) bila dikelola dengan baik, jangan biarkan meracuni diri manusia. Disadari pula bahwa sumber atau penyebab adanya sampah tersebut adalah dari manusia sendiri juga, alangkah naifnya kita mencampakkan “sampah” itu setelah mengambil manfaat dari sampah. Pantas pulalah bila “sampah” itu marah kepada manusia dengan “mendatangkan bencana” karena ketidakpedulian kita terhadap “sampah” setelah mengambil manfaat darinya. Marilah kita mencermati masalah ini, jangan semata kita mengharapkan masalah ini ke pemerintah, ini masalah bersama, terlebih sumber dari sampah itu dari manusia sendiri. Olahllah “sampah” menjadi manfaat, walau hanya dengan memilah dari sampah organik (sampah dapur) dengan sampah an-organik (kaleng, plastic,dll), hal itu sudah lebih dari cukup, dari pada mengabaikannya. Ingat sampah juga marah bila tidak ditempatkan di tempatnya, begitupun sama persisnya dengan manusia, marah bila disepelekan.

Komunitas pengusaha, terkhusus di kawasan industri atau pabrik yang bisa mencemarkan lingkungannya sendiri, rumah sakit demikian pula yang banyak menghasilkan sampah, pasar-pasar tradisional. Patuh dan Pedulilah dengan kondisi ini terlebih telah diundang-undangkannya tentang persampahan ini oleh pemerintah sejak tahun 2008 (UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Sampah) yang lalu. Buatlah unit usaha pengelolaan sampah dilingkungan kawasan industri/pabrik itu, bisa dikelola oleh koperasi karyawan dengan melibatkan masyarakat sekitarnya, dengan begini terjadi kepedulian baik terhadap efek langsung yaitu penanggulangan sampah/limbah maupun efek kesehatan, ekonomi serta mengurangi tingkat pengangguran. Sungguh indah bila kondisi ini terlaksana.

Harapan Kepada Pemda lainnya di Indonesia.

Harapan khusus kepada Pemerintah Daerah, baik Propinsi, terlebih Pemerintah Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Mungkin bisa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2008 atau Propinsi/Kabupaten-Kota lainnya untuk dijadikan sampling dengan mencanangkan “composting” di rumah-rumah warga dengan memanfaatkan sampah organik, untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Setidaknya tempat pembuangan sementara (TPS), diberi kesempatan dan dukungan dana kepada Kecamatan/Kelurahan-Desa untuk masing-masing mengelola sampah warganya dengan system (komunal) composting tersebut dengan melibatkan masyarakat sekitarnya, dampak dari ini semua tentu beban tempat pembuangan akhir berkurang. Mari kita peduli dengan masalah ini. Mari menghijaukan Indonesia.

STOP GLOBAL WARMING, selamatkan bumi kita.

Salam Hijau untuk Indonesia.

H. Asrul Hoesein
Pendiri: GIH Foundation
(NGO Pro Green)
cp; 085215497331

Komponen Dasar Struktur Regional Management

Posted in Uncategorized on Agustus 10, 2009 by Asrul Hoesein

Oleh; H.Asrul Hoesein, Lembaga Kerja Sama Antardaerah (LeKad) Semarang

Inisiator, adalah perorangan, kelompok, atau lembaga yang mempunyai prakarsa untuk membangun wacana menuju terbentuknya kerjasama regional, keberadaannya tidak harus masuk dalam struktur organisasi, sebab inisiator dapat berperan sebelum terbentuknya kelembagaan; Namun biasanya para inisiator termasuk para aktor regional yang masuk dalam kelompok Forum Regional.

Forum Regional, adalah forum yang beranggotakan Kepala Pemerintah Kabupaten/Kota anggota kerjasama regional yang memiliki kewenangan: (i) Mendukung terlaksananya kerjasama regional melalui penetapan kebijakan dan penyediaan dana operasional kerjasama regional; dan (ii) Mengusulkan Manajer Regional dengan berkonsultasi dengan DPRD.

Forum Komunikasi Regional, merupakan unsur stakeholders dari wilayah kerjasama regional yang dapat terdiri dari DPRD, Eksekutif, Profesional, Tokoh Masyarakat, LSM, Asosiasi, dan Komponen masyarakat lainnya. Keberadaan forum komunikasi regional diperlukan untuk mengontrol pelaksanaan kerjasama regional, selain itu juga dapat memberikan masukan pada rencana kerja regional yang akan dilaksanakan atau dalam pemecahan masalah yang perlu mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

Dewan Eksekutif, keanggotaannya terdiri dari wakil Pemerintah Provinsi (dalam hal ini dapat diwakili oleh Bakorwil, Bapeda Provinsi, atau Dinas-Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota). Kepengurusan Dewan Eksekutif berasal dari anggota Forum Regional yang dapat ditetapkan secara bergilir diantara anggota. Tugas dan tanggungjawabnya meliputi: (i) penyusunan program kegiatan, penetapan anggaran, mengikat kontrak dengan Regional Manager, dan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Regional Management/Marketing oleh Regional Manager. (ii)Dewan Eksekutif bertanggungjawab kepada forum regional; (iii) Anggaran operasional Dewan Eksekutif ditanggung bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kab/Kota anggota kerjasama regional, dan sumber pendanaan lainnya; (iv) Menunjuk Regional Manajer atas mandat masing-masing Pemkab/Kota berdasarkan konsultasi dengan legislatif dan melalui proses penjaringan publik.

Regional Manager, adalah tenaga profesional yang dipilih melalui proses penjaringan publik berdasarkan usulan dari masing-masing anggota dengan tugas: (i) Menyusun program kerja Regional management; (ii) Melaksanakan Program Kerja; (iii) Mengkatifkan kerjasama antardaerah; (iv) Melakukan promosi dan pemasaran wilayah; dan (v) memperoleh kesepakatan investasi.
– Apakah manager mamanage sistem?
– RM harus ada Planning Job selanjutnya mendiskusikannya , dari hasil diskusi dengan DE maka didapatkan jalan keluar
– DE mengeluarkan Planning Program juga,
– RM boleh mengusulkan penambahan staf ke DE
Advokator, adalah lembaga yang mendukung proses pembentukan dan pelaksanaan Regional Management dan program pelaksanaan serta memberikan advokasi untuk menjaga konsistensi pelaksanaan konsep.

Fasilitator, adalah lembaga Pemerintah pada tingkat yang lebih tinggi, dalam hal ini diwakili oleh Badan Koordinasi Lintas Kabupaten/Kota Wilayah III Provinsi Jawa Tengah. Tugas Bakorwil III adalah memfasilitasi seluruh kegiatan penyiapan pembentukan Regional Management/ Marketing hingga terbentuknya kerjasama regional tersebut

Buku:
Abdurahman, Benjamin. 2005. “Pemahaman Dasar Regional Management dan Regional Marketing”. Semarang: IAP Jateng.
Daerah Kab/Kota yang telah melaksanakan Regional Management & Regional Marketing
Dapat dilihat atau Info Lebih detail kunjungi Web Lekad Klik di sini
Atau Contak Person; +6285215497331 (H.Asrul Hoesein)

Bekerja atau Berbisnis ?

Posted in Uncategorized on Agustus 10, 2009 by Asrul Hoesein

sumber:googleimage.rulUmumnya orang berpendapat setelah mencapai umur tertentu, misalnya setelah lulus sekolah atau kuliah, bahwa inilah waktunya keluar dan mencari lowongan pekerjaan. Dan seperti pendapat-pendapat umum lainnya, pendapat ini belum tentu benar. Hanya karena semua orang melakukannya, bukan berarti bahwa hal tersebut berarti benar. Malah jika kita benar-benar berpikir, mencari pekerjaan adalah hal terbodoh yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hidup.

Berapa banyak orang yang malah menderita setelah mendapat pekerjaan, berapa banyak orang yang malah ingin berhenti bekerja. Dan banyak lagi orang yang tidak puas dengan hidupnya karena pekerjaannya. Yang dimaksud bekerja disini adalah bekerja pada orang lain, bekerja hanya sekedar untuk mencari upah. Mengapa itu seharusnya tidak kita lakukan, berikut beberapa alasannya:

Pendapatan Terbatas

Mendapat pekerjaan, menjual waktu dan tenaga dan menukarnya dengan uang, sepertinya ide yang bagus. Cuma ada satu masalahnya, itu hal yang bodoh, itu cara yang terbodoh untuk mencari uang. Mengapa disebut bodoh ? karena kita hanya akan dibayar jika kita bekerja.
Benar kan !! atau kita memang sudah diprogram untuk berpikir seperti itu. Pernahkah kita mempertimbangkan bahwa akan lebih baik jika kita tetap bisa mendapatkan uang sekalipun kita tidak bekerja ? siapa yang mengatakan bahwa kita hanya akan mendapat uang jika kita bekerja ? pegawai !!
Bukankah akan lebih baik jika uang tetap mengalir sekalipun kita sedang makan, tidur, atau bermain dengan anak ? mengapa kita hanya ingin dibayar 8 jam sehari, jika kita bisa mendapatkan bayaran selama 24 jam. Dibayar sekalipun bekerja atau tidak, tidakkah kita mempunyai rencana untuk melakukannya ? tidak inginkah kita bisa tetap menghasilkan uang sekalipun kita tidak lagi bisa bekerja ?
Siapa yang perduli dengan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja dalam sehari ? mungkin hanya segelintir orang. Sebagian besar orang tidak peduli dan tidak mau ambil pusing dengan berapa banyak waktu yang habiskan untuk bekerja, entah itu 6 jam seminggu atau 60 jam seminggu. Orang hanya peduli dengan hal-hal berharga yang bisa kita berikan untuknya.
Orang tidak peduli dengan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mengerjakannya, mereka hanya peduli jika sesuatu itu berharga baginya. Apa kamu peduli berapa waktu yang kuhabiskan untuk menulis artikel ini ? misalnya kamu harus membayar dengan harga tertentu untuk bisa membaca artikel ini, dan aku membuat artikel ini dalam waktu 1 jam. Apa kamu mau membayar dua kali lipat jika aku mengerjakannya selama 2 jam ?
Orang yang pintar akan membangun sistem yang bisa menghasilkan income selama 24 jam, terutama passive income. Dalam hal ini contohnya adalah: membuat website atau blog, investasi atau menanam modal, membuat karya-karya kreatif yang menghasilkan royalti. Sistem seperti ini akan memberikan hal-hal yang berharga bagi orang lain, dan mengalirkan uang pada pembuatnya.
Contohnya penulis buku, pencipta lagu, pembuat film dan lain-lain. Berapa uang yang mereka hasilkan dari karya-karya yang mereka buat, tentu saja untuk membuatnya mereka harus bekerja. Tapi hanya beberapa waktu saja, setelah itu ? mereka tinggal menikmati hasilnya dari waktu ke waktu. Kan lebih enak jika kita bisa jalan-jalan, liburan, tapi tetap menghasilkan uang.
Jika kita lebih memilih mencari pekerjaan dan mendapat bayaran, tak masalah, itu pilihan kita sendiri. Atau kita lebih memilih hidup santai dari membuat sistem yang bisa menghasilkan sesuatu yang berharga bagi orang lain, dan memberikan penghasilan bagi kita sekalipun kita bekerja ataupun tidak. Mungkin saat ini kita belum tahu cara melakukannya, namun banyak sumber yang bisa kita jadikan bahan untuk mempelajari cara melakukannya.
Tidak ada orang yang terlahir dengan semua pengetahuan tentang bisniss, investasi dan cara menjalankannya. Mereka juga belajar dan mempelajarinya. Dan itu berarti kita juga bisa mempelajarinya, berapa lama waktu yang dibutuhkan ? itu bukan masalah. Karena waktu akan tetap berjalan, sekalipun kita hanya diam dan puas menjadi budak, atau berusaha menjadi tuan.

Pengalaman Terbatas

Kita biasanya berpikir, aku mencari kerja untuk mencari pengalaman. Ini sama halnya dengan jika kita berkata: aku main sepakbola, karena ingin mencari pengalaman bermain sepakbola. Kita mendapat pengalaman karena kita hidup, entah kita berkerja atau tidak. Pekerjaan hanya memberi kita pengalaman tentang pekerjaan tersebut, padahal sebenarnya kita mendapat pengalaman dari semua yang kita lakukan.
Masalah yang kita hadapi dalam mencari pengalaman melalui pekerjaan adalah: kita hanya melakukan hal yang sama berulang-ulang. Kita hanya mendapat banyak pengalaman pada saat pertama bekerja, dan selanjutnya tidak banyak lagi yang bisa kita pelajari. Hal ini memaksa kita untuk melewatkan berbagai kesempatan berharga lainnya. Dan pengalaman terbatas yang kita dapatkan dari pekerjaan itu semakin lama akan semakin usang, coba kita tanyakan pada diri sendiri pengalaman apa yang kita dapatkan dari pekerjaan sekarang akan tetap berharga 10 – 20 tahun lagi.
Beresiko Tinggi
Banyak yang berpendapat, bahwa mencari pekerjaan dan bekerja pada orang lain adalah cara paling aman untuk mendapatkan uang, benarkah ? coba kita pikirkan. Dengan bekerja pada orang lain, berarti menempatkan diri kita pada posisi dimana orang lain yang menentukan sampai kapan kita bisa terus mendapatkan penghasilan. Dan orang lain bisa dengan mudah menutup jalan kita untuk mendapatkan penghasilan hanya dengan mengucapkan kata “Kau di pecat !!”.
Amankah itu ? apakah hanya mempunyai 1 jalan untuk mendapat penghasilan, lebih aman dari pada mempunyai 10 jalan untuk menghasilkan uang ? Ternyata ide mencari pekerjaan cara paling aman untuk mendapat penghasilan adalah konyol. Kita tidak bisa disebut aman, jika kita tidak mempunyai kekuasaan untuk mengontrol. Dan dengan bekerja pada orang lain berarti kita membiarkan diri kita di kendalikan oleh orang lain.

Mengemis untuk uang

JIka kita bekerja pada orang lain, maka pada saat kita ingin mendapatkan kenaikkan gaji, seringkali kita harus menghiba-hiba, meratap, bahkan mengemis. Bagaimana rasanya jika harus terus melakukan itu setiap kita menginginkan upah yang lebih baik ? Bukankah akan lebih baik jika kita bisa menentukan sendiri berapa pendapatan yang kita inginkan, tanpa harus meminta izin pada siapapun. Jika kita punya bisnis sendiri dan ketika seorang pelanggan berkata “tidak” saat kita menawarkan sesuatu, kita cukup berkata “baiklah… aku akan mencari orang lain yang mau”.

Pergaulan Terbatas

Kebanyakan orang hanya bergaul dengan orang-orang dalam lingkungan pekerjaannya saja, berkumpul dan bertemu hanya pada ruang lingkup yang terbatas. Bergaul hanya dengan orang-orang yang mempunyai profesi dan pekerjaan yang sama, hal ini sering disebabkan waktu, pengetahuan, dan penghasilan yang terbatas, hingga kit tidak mempunyai kesempatan untuk melihat sisi atau belahan dunia lain. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita bisa memutuskan sendiri, dimana dan dengan siapa kita ingin bertemu.

Hilang Kebebasan

Butuh usaha yang besar untuk menjinakkan seorang manusia dan menjadikannya sebagai seorang pegawai. Yang pertama harus dilakukan adalah menjinakkan keinginannya untuk bebas. Caranya: dengan memberikan berbagai syarat dan aturan yang harus dipatuhi dan disetujui. Ini akan membuat seorang pegawai menjadi lebih patuh dan tunduk. Serta hukuman atau compensasi akan membuat mereka menjadi takut untuk melanggarnya.
Cara ini juga akan membuat pagawai berpikir bahwa mereka akan lebih aman jika mereka mengikuti dan menyetujui saja syarat yang diberikan tanpa harus banyak bertanya. Dan salah satu bagian dari cara untuk membuat pegawai menjadi patuh adalah dengan cara melatihnya, melatih cara mereka berpakaian, berbicara, bergerak dan seterusnya. Orang yang bebas akan berpikir bahwa satu-satunya aturan yang diperlukan yaitu: “menjadi pintar, menjadi baik, lakukan yang terbaik, dan lakukan yang kau suka”.

Jadi Pengecut

Dengan hilangnya keinginan untuk hidup bebas, cepat atau lambat kita akan kehilangan keberanian.Kita tidak lagi berani berkata dan berbuat yang menurut kita benar. Kita hanya ingin patuh dan mengikuti aturan yang sudah dibuat. Hanya masalah waktu sampai kitapun akan mengorbankan kejujuran, integritas, martabat, dan akhirnya keinginan untuk mendiri. Kita menjual kemanusiaan kita hanya untuk sebuah ilusi, dan ketakutan terbesar kita adalah mencari tahu akan jadi apa kita sebenarnya.
Inilah beberapa alasan mengapa seharusnya kita tidak mencari pekerjaan, bagaimana menurut kamu ? mungkin sebagian besar kita akan menyangkal semua ini. Apalagi jika kita sudah merasa nyaman dan aman dengan pekerjaan yang sekarang dijalani. Tapi coba kita pertimbangkan, jika memang semua alasan diatas tidak benar, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi emosi atau bereaksi.
Alasan-alasan diatas hanyalah sebagai pengingat hal-hal yang sudah kita ketahui, kita bisa menyangkal penjara yang selama ini mengukung kebebasan yang kita miliki. Jika hal-hal diatas membuat kita gerah, itu berarti pertanda bagus. Rasa itu akan mendorong kita untuk mencari kebenaran, dan berbuat sesuatu untuk memperbaikinya.
Lalu apa alternatif yang kita miliki ? alternatinya: pekerjaan yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang bisa membuat kita bahagia, dan hidup sesuai dengan yang kita kehendaki tapi tetap bisa memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan. Bukan hidup dengan aturan yang dibuat oleh orang lain, dengan cara orang lain.
Yang harus kita sadari bahwa kita mencari uang dengan cara memberikan sesuatu yang bernilai dan bukan dengan menjual waktu. Jadi kita harus mencari cara agar bisa menghasilkan sesuatu yang bisa berharga untuk dijual pada orang lain. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan membuat atau memulai bisniss sendiri.
Apapun pekerjaan kita sekarang, carilah cara untuk bisa menghasilkan hal yang bernilai, dan menjualnya langsung pada orang yang memerlukannya. Memang diperlukan waktu untuk melakukan itu, tapi semua energi dan waktu yang kita investasikan untuk melakukannya, akan memberikan kita kebebasan yang memang seharusnya menjadi milik kita sendiri.
Dan tentu saja semua hal yang pernah kita pelajari dalam upaya melakukannya, bisa kita bagi pada orang lain. Semua pengalaman dan pengetahuan tersebut juga merupakan hal yang bernilai bagi orang lain, dan hal ini bisa kita jadikan sarana untuk menambah penghasilan. Jadi.. cari dan mulailah bisniss mu sendiri !!

(blog asrulhoeseinbrother_10viii09,Motivasi_ Bisnis,obralplatinum_rul)
revisi; 1 Agustus 2010.rul

widget

Posted in Uncategorized on Juli 30, 2009 by Asrul Hoesein